Senin, 24 Juni 2013

Senyuman Itu Indah



Senyuman itu, dunia ini telah lama merindukannya. Dunia ini telah lelah di huni oleh mereka yang arogan dan mereka yang selalu menangis. Hampir saja runtuh atapnya karena suara mereka yang kian memekikan telinga. Bumi ini telah penat di injak-injak oleh mereka yang tak ramah lagi, mungkin impiannya untuk segera meyegarkan punggungnya dengan dinginnya air laut. Senyuman itu, bumi ini lama merindukan kehadirannya, burung-burung angkasa menanti gembira kemunculannya, mungkin mereka sedang bersiap-siap menyambutnya. Tersenyumlah, agar kembali tersenyum dunia ini padamu. 

Karna, seuntai senyum yang tersipu indah akan menghapuskan coretan-coretan kegelisahan, dengannya kusut benang-benang kegetiran akan terurai, pahitnya kehidupan akan berubah manis, kabut kegalauan yang menyelimuti akan sirna, kerasnya hati akan menjadi lembut karena pancaran cahaya ketulusan wajah dan sanubari. 

Tersenyum tidak membutuhkan banyak tenaga, tersenyum tidak menuntut keletihan, tersenyum hanya dengan mencampur butiran keikhlasan yang manis dengan keceriaan yang mengalir dari mata air sanubari yang terjaga dengan indahnya rerimbunan akhlaq. Wajah yang terhias senyuman layaknya langit malam hari dengan purnama sempurna dan bintang bintang gemerlip disekelilingnya, senyuman adalah sihir yang diperbolehkan, tiada perbuatan yang selalu berbalas melainkan senyuman. Indahnya risalah kenabian tersebar keseluruh sudut bumi,senyuman yang mengantarkannya. 

“Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah” 

Senyuman mempererat tali kasih sayang, menautkan dua hati, dan mengabadikan keromantisan. Wajah mu yang memerah karena tersenyum layaknya padang savanah dengan bunga-bunga indah dan rerumputan hijau mengitarinya, mawar tanpa duri, seputih melati yang tersiram rintikan hujan kala sore hari. 

Tidak merugi dengan bermurah senyum, Allah kan membayar keindahan senyumanmu. Layaknya intan permata, senyum mu dihadapan saudaramu memantulkan pancaran cahaya hati, menyebarkannya kesetiap sisi kehidupan. Hati yang lembut tercermin pada senyuman mu, semakin manis kamu tersenyum semakin lembut hatimu. 

Tajamnya senyuman dapat memotong kerasnya batu kesombongan. Senyuman dapat menghalau debu-debu kebencian, menerangi gelapnya kedengkian, menahan gelombang hasud dan menghancurkan kokohnya gunung keburukan. Wajah yang bermuka masam akan mengasingkannya, wajah tanpa senyuman seperti gubuk tua yang ditinggal penghuninya, raut muka yang jarang tersenyum layaknya kain kusut dan kotor yang berhari-hari belum dibersihkan,berapa banyak keceriaan yang hilang akibat sirnanya senyuman mu. 

Allah memuliakan hamba-hambanya karena senyumnya terhadap saudaranya, berapa banyak sedekah yang terbayar dengan senyuman, berapa banyak hati yang terhibur karena memandang indahnya senyuman yang terlukis indaah di wajahmu. Tersenyumlah, ambil dan jangan sia-siakan indahnya rahmat Allah yang dikaruniakan kepadamu. Tersenyumlah, muliakan dirimu. Tersenyumlah, maka kamu akan membuat iri para raja. Tersenyumlah...

Kisah sebuah Wortel, sebutir Telur dan secangkir Kopi




Seorang gadis mengadu pada ibunya, berkeluh kesah tentang kehidupannya yang dirasa amat berat. Gadis itu tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu dan merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah teratasi, akan timbul masalah baru.

Ibunya mengajak putrinya menuju dapur. Diisinya 3 buah panci dengan air dan direbusnya air itu dengan api yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan wortel pada panci pertama, telur pada panci ke dua, dan butiran kopi di panci terakhir. Mereka menunggu sampai ketiga air di panci kembali mendidih.

Dalam 20 menit kompor-kompor dimatikan oleh sang ibu. Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring. Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam piring dan gelas berbeda. Sang ibu memandang putrinya sambil berkata :” Katakan apa yang kamu lihat.” Putrinya menjawab : “ Wortel, telur dan kopi.”

Ibunya meminta putrinya agar mendekat dan merasakan wortel itu. “ Wortel itu menjadi lembek.” Ibunya kemudian meminta putrinya untuk memecahkan telur yang telah matang itu. Setelah mengupas kulitnya, dia sadar bahwa isi telur itu telah mengeras karena direbus. Akhirnya sang ibu meminta putrinya untuk meminum kopi yang telah matang. Putrinya tersenyum merasakan keharuman kopinya. "Apa arti semua ini, ibu ?” tanya putrinya. Ibunya menjelaskan bahwa setiap benda-benda itu telah melewati “Kemalangan” yang sama, yaitu direbus di dalam air mendidih. Namun tiap benda punya reaksi berbeda.

Wortel itu sebelumnya kuat, keras dan “tidak berperasaan.” Namun setelah direbus dia menjadi lunak dan lemah. Telur itu sebelumnya rentan, mudah pecah. Punya dinding tipis untuk melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah direbus, cairan di dalamnya menjadi keras. Sedang butiran kopi adalah fenomena unik, ia menjadi air setelah direbus.

"Termasuk yang mana kamu, anakku ?” kata ibu pada putrinya. " Jika kemalangan mengetuk pintumu, bagaimana kamu meresponnya ? Apakah kamu seperti wortel, sebutir telur atau biji kopi ?”

Camkan Hal ini :

Termasuk yang mana aku ini ? Apakah seperti wortel yang terlihat keras namun ketika dihadang masalah dan kemalangan aku menjadi lemah dan kehilangan kekuatanku ?

Apakah hatiku rentan seperti isi telur, namun ketika “di didihkan” oleh kematian, perpisahan, masalah keuangan atau ujian-ujian lainnya menjadikan hatiku kuat ? Apakah dinding luarku masih terlihat sama namun kini didalam aku menjadi seorang yang gigih dan berjiwa keras ?

Atau aku mirip dengan biji kopi ? Biji kopi sebenarnya mengubah air panas disekitarnya, yaitu keadaan yang membawanya dalam kepedihan. Ketika air mulai mendidih, maka dia mengeluarkan aroma dan rasa kopi yang nikmat.

Bila keadaan menjadi kian memburuk, mampukah kalian mengubah situasi di sekitar menjadi suatu kebaikan ? Ketika hari kian gelap dan ujian semakin meningkat, apakah kalian mengangkat diri sendiri ke tingkatan yang lain? Bagaimana kalian menangani masalah-masalah hidup yang datang silih berganti ? Apakah kalian mirip sebuah wortel, sebutir telur atau biji kopi ?

Semoga kalian mempunyai cukup bekal kebahagiaan untuk membuat hidup terasa indah. Cukup ujian agar membuat kalian kuat, cukup kesusahan agar kalian lebih manusiawi, dan cukup harapan untuk membuat kalian mampu bertahan hidup.

Ketika dilahirkan, bayi menangis disaat semua orang tersenyum menyambut kehadirannya. Menangkan hidup ini agar diakhir perjalanan nanti kita bisa tersenyum ketika semua orang disekitar menangis.

Dunia ini memang panggung sandiwara, kita dan semua yang kita lihat hanyalah ilusi yang penuh dengan kiasan-kiasan. Kita bukan siapa-siapa, kita bukanlah seperti yang kita sangka. Kita hanyalah bayangan-bayangan, pujilah Dia Yang mampu membuat bayangan-bayangan bisa mendengar, melihat, merasa, berbicara, dan berbuat apa saja. Bukalah hati, mata dan pikiranmu semasa di dunia, karena siapa yang buta hatinya di dunia, di akhirat nanti akan semakin dibuat buta oleh Tuhan-nya…..Subhanallah ~

Artikel Lainnya :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...